Selasa, 22 Maret 2011

IT AUDIT DAN IT FORENSIK


IT Audit dan IT Forensik
1.                              IT Audit
adalah suatu proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi dimana berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. Audit IT lebih dikenal dengan istilah EDP Auditing (Electronic Data Processing), biasanya digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer. Salah satu penggunaan istilah tersebut adalah untuk menjelaskan proses penelahan dan evaluasi pengendalian-pengendalian internal dalam EDP. Jenis aktivitas ini disebut sebagai auditing melalui komputer.
Tujuan IT audit adalah:
  1. Availability ketersediaan informasi, apakah informasi pada perusahaan dapat menjamin ketersediaan informasi dapat dengan mudah tersedia setiap saat.
  2. Confidentialitykerahasiaan informasi, apakah informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi perusahaan hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang berhak dan memiliki otorisasi.
  3. Integrityapakah informasi yang tersedia akurat, handal, dan tepat waktu.
Enam komponen Audit TI:
  1. pendefinisian tujuan perusahaan.
  2. penentuan isu, tujuan dan perspektif bisnis antara penanggung jawab bagian dengan bagian TI.
  3. review terhadap pengorganisasian bagian TI yang meliputi perencanaanproyek, status dan prioritasnya, staffing levels, belanja TI dan IT changeprocess management.
  4. assessment infrastruktur teknologi, assessment aplikasi bisnis.
  5. Temuan-temuan.
  6. laporan rekomendasi.

Jenis IT Audit
1.      Sistem dan aplikasi.
berfungsi untuk memeriksa apakah sistem dan aplikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi, berdayaguna, dan memiliki kontrol yang cukup baik untuk menjamin keabsahan, kehandalan, tepat waktu, dan keamanan pada input, proses, output pada semua tingkat kegiatan sistem.
2.      Fasilitas pemrosesan informasi.
berfungsi untuk memeriksa apakah fasilitas pemrosesan terkendali untuk menjamin ketepatan waktu, ketelitian, dan pemrosesan aplikasi yang efisien dalam keadaan normal dan buruk.
3.      Pengembangan sistem.
berfungsi untuk memeriksa apakah sistem yang dikembangkan mencakup kebutuhan obyektif organisasi.
4.      Arsitektur perusahaan dan manajemen TI.
berfungsi untuk memeriksa apakah manajemen TI dapat mengembangkan struktur organisasi dan prosedur yang menjamin kontrol dan lingkungan yang berdaya guna untuk pemrosesan informasi.
5.      Client/Server, telekomunikasi, intranet, dan ekstranet.
berfungsi untuk memeriksa apakah kontrol-kontrol berfungsi pada client, server, dan jaringan yang menghubungkan client dan server.

2.      IT Forensik
Yaitu penggunaan sekumpulan prosedur untuk melakukan pengujian secara menyeluruh suatu sistem komputer dengan mempergunakan software dan tool untuk memelihara barang bukti tindakan kriminal.
Tujuan IT Forensik adalah untuk mendapatkan fakta-fakta obyektif dari sebuah insiden / pelanggaran keamanan sistem informasi. Fakta-fakta tersebut setelah diverifikasi akan menjadi buktibukti (evidence) yang akan digunakan dalam proses hukum.Kejahatan Komputer dibagi menjadi dua, yaitu :
1.      Komputer Fraud.
Kejahatan atau pelanggaran dari segi sistem organisasi komputer.
2.      Komputer Crime.
Merupakan kegiatan berbahaya dimana menggunakan media komputer dalam melakukan pelanggaran hukum.
LEMBAR KERJA IT AUDIT
adalah berkas-berkas yang di kumpulkan auditor dalam menjalankan pemeriksaan,yang berasal dari :
1. Client
2. Analisa yang di buat oleh auditor
3. Pihak ke tiga
Fungsi lembar kerja :
• menyediakan penunjang utama bagi laporan audit
• membantu auditor dalam melaksanakan dan mensupervisi audit
• menjadi bukti bahwa audit telah di laksanakan sesuai dengan standar auditing

hasil akhir audit adalah berupa laporan yang berisi:
  • ruang lingkup audit.
  • Metodologi
  • Temuan-temuan.
  • Ketidaksesuaian
  • kesimpulan

TOOLS yang DIGUNAKAN
Tools yang digunakan untuk IT Audit dan Forensik :
  1. Hardware
    • Harddisk IDE dan SCSI kapasitas sangat besar, CD-R, DVR drives
    • Memori yang besar (1 – 2 GB RAM)
    • Hub, Switch, keperluan LAN
    • Legacy hardware (8088s, Amiga)
    • Laptop Forensic Workstations
  2. Software
    • Viewers (QVP http://www.avantstar.com/, http://www.thumbsplus.de/ )
    • Erase/Unerase tools : Diskscrub/Norton utilities
    • Hash utility (MD5, SHA1)
    • Text search utilities (dtsearch http://www.dtsearch.com/ )
    • Drive imaging utilities (Ghost, Snapback, Safeback)
    • Forensic toolkits
      • Unix/Linux : TCT The Coroners Toolkit / ForensiX
      • Windows : Forensic Toolkit
    • Disk editors (Winhex)
    • Forensic aquisition tools (DriveSpy, EnCase, Safeback, SnapCopy)
    • Write-blocking tools (FastBloc http://www.guidancesoftware.com/ ) untuk memproteksi bukti-bukti
    • Forensic software tools for Windows (dd for Windows, Encase 4, FTK, MD5, ISOBuster)
    • Image and Document Readers (ACDSee, DecExt)
    • Data Recovery/Investigation (Active Partition Recovery, Decode – Forensic Date/Time Decoder)
    • Dll.


Minggu, 20 Maret 2011

OPEN SOURCE SOFTWARE


OPEN SOURCE SOFTWARE
Terdapat dua pilihan untuk menggunakan perangkat lunak. Pertama adalah membeli proprietary software yang sudah jadi dan siap dipakai. Pilihan kedua adalah menggunakan OSS. Pilihan pertama mewajibkan pengguna untuk membayar lisensi dari perangkat lunak yang digunakan. Sementara pada pilihan kedua, OSS bersifat free. Free disini berarti bebas, bukan berarti gratis walaupun pada praktiknya sering juga gratis.
Solusi menggunakan OSS bagi negara berkembang seperti Indonesia, seolah menjadi solusi yang mujarab. Negara Indonesia tidak ingin selalu menjadi negara dengan tingkat pembajakan perangkat lunak yang tinggi. Predikat yang buruk ini dapat merugikan Indonesia di berbagai bidang dalam kancah dunia internasional. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Negara Riset dan Teknologi telah mencanangkan program IGOS (Indonesia Goes Open Source) sebagai gerakan memasyarakatkan penggunaan OSS. Penggunaan OSS dapat menekan biaya lisensi sehingga dapat mengurangi kesenjangan digital (digital divide) dengan negara-negara maju.
Keuntungan menggunakan software open source adalah

Sumber Daya Manusia

Kegiatan open source biasanya melibatkan banyak orang. Memobilisasi banyak orang dengan biaya rendah (dan bahkan gratis) merupakan salah satu kelebihan open source. Dalam kasus Linux programmer yang terlibat dalam pengembangan Linux mencapai ribuan orang. Bayangkan jika mereka harus digaji sebagaimana layaknya programmer yang bekerja di perusahaan yang khusus mengembangkan software untuk dijual. Kumpulan skill ini memiliki nilai yang berlipat-lipat tidak sekedar ditambahkan saja.

Peningkatkan kualitas

Adanya peer review meningkatkan kualitas, reliabilitas, menurunkan biaya, dan meningkatnya pilihan (choice). Adanya banyak pilihan dari beberapa programmer membuat pilihan jatuh kepada implementasi yang lebih baik.

Menjamin masa depan software

Konsep open source menjamin masa depan (future) dari software. Dalam konsep closed-source, software sangat bergantung kepada programmer.

Bisnis Open Source

Sebuah produk software memiliki dua nilai (value): use value dan sale value. Use value merupakan nilai ekonomis yang diperoleh dari penggunaan produk tersebut sebagai tool. Sementara sale value merupakan nilai dari program tersebut sebagai komoditi.

            Kekurangan menggunakan software open source adalah
            Support Berbayar dan Langka
Satu keyakinan bahwa software tidak akan ada masalah adalah keliru, dan ini adalah sebuah bencana jika kita sudah memakai program opensource untuk semua infrastruktur yang besar, dan ketika itu menemukan hole atau bug yang tidak ada yang paham. Maka langkah yang mungkin ditempuh adalah : searching problem solving di forum-forum, tanya sana sini. Jika tidak ketemu juga, kita bisa-bisa harus menganggarkan dana yang tidak sedikit untuk mendatangkan jasa konsultan dari pakar opensource tersebut.

           Versi Betha, Stabil dan unstabil
Open source sangat erat kaitannya dengan versi dan kestabilan kualitas softwarenya, ini merupakan celah besar yang ditinggalkan baik disengaja atau tidak disengaja. Kepastian stabil dan tidak stabil kadang menjadi keraguan pilihan para petinggi IT untuk memilih software opensource.

            Kerja Komunitas bukan profesional

Beberapa software dikembangkan oleh sebuah komunitas yang mempunya tujuan khusus, jaminan dan kepercayaan kualitas produk hasil perlu dicompare dengan produk komersil yang jauh lebih mumpuni dari segala sisi.

sumber : www.cert.or.id 

Rabu, 02 Maret 2011

Kasus-kasus Cybercrime


Kasus-kasus Cybercrime
1. Penipuan Lelang On-line
   Modusnya :
-                      harga sangat rendah untuk produk - produk yang yang diminati.
-                      penjual tidak menyediakan nomor telepon
-                       tidak ada respon terhadap pertanyaan melalui email
-                      menjanjikan produk yang sedang tidak tersedia
   Penyelesaiannya :
 Menggunakan agen penampungan pembayaran (escrow accounts services) seperti www.escrow.com dengan biaya sekitar 5% dari harga produk. Agen ini akan menyimpan uang Pembeli terlebih dahulu dan mengirimkannya ke Penjual hanya setelah ada konfirmasi dari Pembeli bahwa barang telah diterima dalam kondis yang memuaskan.
2. Penipuan Saham On-line
   Modusnya :
-                      Saham Perusahaan meroket tanpa info pendukung yang cukup (tiba-tiba)
   Penyelesaiannya :
 www.stockdetective.com punya daftar negatif saham – saham
3. Penipuan Pemasaran Berjenjang On-line
   Modusnya :
-                      Mencari keuntungan dari merekrut anggota
-                      Menjual produk atau layanan secara fiktif
Penyelesaiannya :
Jika menerima junk mail dengan janji yang bom bastis, lupakan saja dan hapuslah pesan itu.
4. Penipuan Kartu Kredit
   Modusnya :
-                      Terjadinya biaya misterius pada tagihan kartu kredit untuk produk atau layanan Internet yang tidak pernah dipesan oleh kita.
Penyelesaiannya :
-                      Menggunakan mata uang Beenz untuk transaksi online, atau jasa Escrow, atau jasa Transfer Antar Bank, atau jasa Kirim Uang Wester Union
-                      Memilih hanya situs - situs terkemuka yang telah menggunakan Payment Security seperti VeriSign
5. Pornografi anak
Modusnya :
-          Kejahatan kasus cybercrime ini dapat termasuk jenis illegal contents
-          Motif kejahatan ini termasuk ke dalam cybercrime sebagai tindakan murni kejahatan
-          Penyerang dengan sengaja membuat situs-situs pornografi yang sangat berdampak buruk terhadap masyarakat
Penyelesaiannya :
-          Mengembangkan program software untuk memudahkan pelaporan  tentang pornografi anak
-          Memblok situs pornografi anak
-          Meningkatkan kesadaran dari masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan pornografi

6. Spamming
Modusnya :
-          Mengirim mail yang mungkin tidak diinginkan/tidak disukai penerima email
Penyelesaiannya :
-          Menggunakan e-mail Sekali pakai, e-mail sekali pakai adalah e-mail yang bisa hapus kapan saja Anda mau, dan e-mail sekali pakai ini dibawah naungan e-mail Utama, jadi tidak usah takut email kesayangan Anda ikut kehapus

7. Pencurian dan penggunaan account Internet milik orang lain
Modusnya :
-          Account pelanggan “dicuri” dan digunakan secara tidak sah
-          Efeknya jika informasi ini digunakan oleh yang tidak berhak
Penyelesaiannya :
-          Pengantian password secara berkala
-          Hindari penggunaan account di tempat yang bersifat massal
-           
8. Membajak situs web
Modusnya :
-          Mengubah halaman web, yang dikenal dengan istilah deface
-          Dilakukan dengan mengeksploitasi lubang keamanan

Penyelesaiannya :
-      Peningkatan security yang lebih baik
-      Menguji  keamanan web sebelum di publish

Jumat, 12 November 2010

Interface antar muka

A. HEAD-UP DISPLAY SYSTEM

Head-up display, atau disingkat HUD, adalah tampilan yang transparan menyajikan data tanpa memerlukan pengguna untuk melihat diri dari sudut pandang atau yang biasa. Asal usul nama berasal dari pengguna bisa melihat informasi dengan kepala "naik" dan melihat ke depan, bukan memandang miring ke instrumen yang lebih rendah.

Jenis HUD ada dua:

1. Fixed HUD, yaitu HUD yang dipasangkan pada badan obyek yang tidak terhubung dengan pengguna.

2. Helmet Mounted Display (HMD), yaitu HUD yang dipasangkan pada pengguna sehingga dapat dilihat relatif
berdasarkan perspektif pengguna

Contoh :

· Pemasangan pada pesawat Embraer 190 dan Boeing 737 New Generation Aircraft (737-600,700,800, dan 900 series) adalah satu-satunya pesawat penumpang komersial untuk datang dengan HUD opsional.

· HUD telah menjadi peralatan standar Boeing 787. Lebih jauh lagi, Airbus A320, A330, A340 dan A380 keluarga yang sedang menjalani proses sertifikasi untuk HUD.

B. TANGIBLE USER INTERFACE

Tangible User Interface (TUI) adalah antarmuka pengguna di mana orangberinteraksi dengan informasi digital melalui lingkungan fisik. Nama awal Graspable User Interface, yang tidak lagi digunakan.

Karakteristik Berwujud User Interfaces :
1. Representasi fisik digabungkan untuk mendasari komputasi informasi digital.
2. Representasi fisik mewujudkan mekanisme kontrol interaktif.
3. Representasi fisik perseptual digabungkan untuk secara aktif ditengahi representasi digital.
4. Keadaan fisik terlihat "mewujudkan aspek kunci dari negara digital dari sebuah sistem.

Contoh :

· Sistem Topobo. Balok-balok dalam LEGO Topobo seperti blok yang dapat bentak bersama, tetapi juga dapat bergerak sendiri menggunakan komponen bermotor. Seseorang bisa mendorong, menarik, dan memutar blok tersebut, dan blok dapat menghafal gerakan-gerakan ini dan replay mereka.

C. Computer Vision

Computer vision adalah kemampuan komputer melakukan pemrosesan image (gambar atau video) untuk kemudian melakukan hal lainnya yang berkaitan dengan image yang diproses sebelumnya.

Contoh:

· Dalam layar kokpit pesawat tempur (HUD) yang dapat mengenali pesawat lainnya yang terlihat dalam pandangan.

· Scan radiologi pada bidang medis, komputer dapat menentukan adanya penyakit seperti tumor setelah mendapatkan data image hasil scan.

D. speech recognation

Speech recognition adalah proses pengenalan otomatis pada apa yang diucapkan oleh seorang pembicara. Dengan teknik ini akan memungkinkan bagi manusia untuk berkomunikasi dengan sebuah komputer untuk memberikan perintah, dan beragam bentuk aksi yang harus dijalankan oleh komputer.

Contoh :

· aplikasi teknik speech recognition yang telah dibangun untuk proses dial nomor telephone secara otomatis menggunakan sinyal wicara. Hasil diperoleh menunjukan sistem yang dibuat menunjukkan akurasi yang cukup tinggi, dimana tingkat keberhasilan dalam mengenali kata sudah mencapai > 80%.

E. Speech synthesis

Speech synthesis adalah suara manusia tiruan oleh komputer. Intinya komputer menerima input berupa tulisan kemudian memberi output berupa suara manusia yang membacakan input tulisannya. Kualitas synthesizer ucapan dinilai oleh kesamaan dengan suara manusia dan kemampuannya untuk dipahami. Banyak sistem operasi komputer termasuk alat bicara sejak awal 1980-an.

Contoh :

· Fasilitas Text to Speech pada sistem operasi Microsoft atau fasilitas word yang dapat berbicara.

F. Browsing Audio Data
Browsing audio data adalah kemampuan mesin untuk mencari data dengan menggunakan input audio. Browsing audio data pada suara tidak seperti browsing teks pada tulisan, disebabkan adanya perbedaan antara tulisan dan suara.
Pada tulisan, apa yang ditulis bisa tetap ada secara permanen tertulis sedangkan
pada suara sifatnya hanyalah temporer/sementara.

Browsing audio data dilakukan dengan cara konsep pendengar dan pembicara/speaker. Sebuah rekaman suara dirubah menjadi beberapa bagian dan setiap bagian akan dibunyikan oleh pembicara yang berbeda.
Semua bagian dari rekaman tersebut dibunyikan secara bersamaan atau dengan kata lain semua pembicara. sedang berbicara dalam waktu yang sama. Pendengar mendengarkan semua suara dari semua pembicara. Untuk memperjelas dan memastikan bahwa suara dari pembicara 1 adalah yang sama kemudian didapat kesimpulan bahwa sebuah rekaman yang tadinya dipotong menjadi beberapa bagian itu adalah data audio yang sedang dicari.

Contoh :

· Fasilitas camera CCTV.

Rabu, 13 Oktober 2010

Perkembangan Telematika Masa Kini dan Masa Depan

Anggota Kelompok :
Ria Novitasari ( 11107423 )
Rico Felano ( 11107441 )
Riny Purnama ( 11107470 )

Telematika merupakan serapan dari bahasa Perancis, yaitu telematique. Pertama kali istilah ini dipopulerkan oleh Simon Nora dan Alain Minc pada tahun 1978 dalam bukunya yang berjudul L’informatisation de la Societe. Telematika menunjuk pada hakikat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekominikasi, media, dan informatika.

Di Indonesia disebutkan bahwa teknologi telematika merupakan singkatan dari teknologi komunikasi, media, dan informatika. Dalam perkembangannya, teknologi telematika ini telah menggunakan kecepatan dan jangkauan transmisi energi elektromagnetik, sehingga sejumlah besar informasi dapat ditransmisikan dengan jangkauan, menurut keperluan, sampai seluruh dunia, bahkan ke seluruh angkasa, serta terlaksana dalam sekejap.


Zaman informasi yang sudah berkembang sedemikian rupa seperti sekarang ini, hanya mungkin dengan adanya dukungan teknologi. Teknologi inilah yang menyampaikan beragam dan banyak informasi. Teknologi telematika (selama beberapa dasawarsa ini) telah berkembang sehingga mampu menyampaikan (mentransfer) sejumlah besar informasi.

Di Indonesia, perkembangan telematika masih tertinggal apabila dibandingkan dengan negara lain. Cina misalnya, kini sudah dapat mendahului republik ini dalam hal aplikasi komputer dan internet, begitupula Singapura, Malaysia, dan India yang jauh meninggalkan Indonesia. Tampaknya masalah political will pemerintah yang belum serius, serta belum beresnya aturan fundamental adalah penyebab kekurangan tersebut. Contoh nyatanya ialah penutupan situs porno dan situs yang menyajikan film fitnah menyusul dengan disetujuinya Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik pada medio 2007 dan awal tahun 2008, oleh Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo).

Perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Untuk saat ini perkembangan yang terjadi adalah memasuki periode aplikasi, sebagai contoh teknologi mobile phone.

Saat ini teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televise, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.


Terkait dengan hal tersebut, Depkominfo mencatat bahwa
sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor sellular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya. Selain itu, dilaporkan tingkat kepemilikan komputer pada masyarakat juga mengalami pertumbuhan sangat signifikan, mencapai 38.5 persen. Sedangkan angka pengguna Internet mencapai jumlah 2 juta pemakai atau naik sebesar 23 persen dibanding tahun 2006. Tahun 2008 ini diharapkan bisa mencapai angka pengguna 2,5 juta
Data statistik tersebut menunjukkan aplikasi telematika cukup signifikan di Indonesia.

Selain itu era Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarah jauh (distance learning) dengan media internet berbasis web atau situs.
Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan.

Dalam pemerintahan pun telematika terus berkembang. Saat ini sudah banyak dijumpai situs atau web milik pemerintah. Saat ini pemerintah tingkat provinsi sampai kabupaten kota, telah memiliki situs online. Contohnya adalah DPR, DKI Jakarta dan Sudin Jaksel. Isi informasi dalam situs pemerintahan antara lain adalah profil wilayah atau instansi, data statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.

Dalam transaksi jual beli telematika juga sudah mengalami perkembangan, banyak transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, sampai membuat claim.

Selain itu telematika dapat berwujud hasil dari kerja satelit, contohnya ialah GPS (Global Position System), atau sejenisnya seperti GLONAS dan GALILEO, Google Earth, 3G, dan kini 4G, kompas digital, sitem navigasi digital untuk angkutan laut dan udara, serta teleconference.

Kemudahan yang disuguhkan telematika akan meningkatkan kinerja usaha, menghemat biaya, dan memperbaiki kualitas produk. Masyarakat juga mendapat manfaat ekonomis dan peningkatan kualitas hidup.

Untuk perkembangan telematika di masa datang maka bergantung pada kenyataan sekarang. Prospek ke masa depan, telematika di Indonesia memiliki potensi yang tinggi, baik itu untuk kemajuan bangsa, maupun pemberdayaan sumber daya manusianya.

sumber : http://adhek09.wordpress.com/2009/10/09/perkembangan-telematika-di-indonesia/
http://suciptoardi.wordpress.com/2008/05/15/perkembangan-telematika-di-indonesia/

Sabtu, 09 Oktober 2010

Perkembangan Telematika

Perkembangan Telematika

A. Pengertian Telematika

Telematika berasal dari bahasa perancis “Telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, contoh :

· Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.

· Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).

· Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).

Jadi , dapat disimpulkan bahwa Telematika merupakan konvergensi antara teknologi Telekomunikasi , Media dan Informatika yang digunakan untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary / digital di beberapa bidang kehidupan.


B. Perkembangan Telematika Untuk Sekarang dan Akan Datang

1. Telematika Sekarang

Pada akhir abad 20, dua inovasi utama muncul hampir bersamaan: Internet dan Mobile Phones serta kemampuan komputer yang makin powerfull (miniaturisasi) sebagai enabling technology. Mengubah “landscape” telekomunikasi dan membangun motivasi yg memicu pertumbuhan ekonomi secara dramatis. Dahulu, dial up menggunakan jaringan telepon tetap adalah satu-satunya media akses yang paling masuk akal agar perorangan dapat terhubung ke internet dari rumah atau kantor. Bahkan warnet-warnet pun banyak mengandalkan dial-up sebagai media koneksi Internet.

Perusahaan penyedia jasa internet mulai tumbuh satu per satu. Indonet merupakan salah satu pelopor untuk hal ini yang kemudian diikuti oleh perusahaan jasa internet lainnya. Hingga suatu saat lahirlah TelkomNet Instan, di mana dengan model seperti ini pelanggan dengan lebih mudah untuk melakukan dial-up tanpa perlu melakukan registrasi. Kecepatan maksimal dari dial-up hanya 57 Kbps.

2. Telematika di masa yang akan datang "Telematics in future"

Pertumbuhan fenomenal dlm dua bidang Telecom (mobile) dan Datacom (Internet) mengarah ke konvergensi dari dua area ini :
1. Internet-like services ingin diimplementasika pada mobile service - Higher speed mobile ….network (2.5G, 3G) diperlukan.
2. Internet Protocol (IP) memp. peran strategis dlm pengembangan dan implementasi jaringan ….telekomunikasi (All IP-based core network).

Sistem kedepan harus memperhatikan Karaktersitik, yaitu:
- All IP based core network
- Multi-access interoperability
- Menawarkan macam-macam teknologi akses ke terminal user dlm suatu arsitektur seamless network
- Multi-mode terminal
- Teknolpgi akses berbeda terintegrasi dlm suatu platform common yang fleksibel dan expandable (software radio)
- Horizontal (intra-system) dan vertical (inter-system) handover